Bengkayang Pecahkan Rekor MURI, Panen Raya Jagung Libatkan 1.750 Peserta
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- print Cetak

Bengkayang Pecahkan Rekor MURI, Panen Raya Jagung Libatkan 1.750 Peserta. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.Com – Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menghadiri langsung kegiatan Panen Raya Jagung Serentak yang berlangsung di Lahan Perkebunan Kampus Shanti Bhuana, Jalan Bukit Tinggi, pada Kamis (08/01/2026). Agenda ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program II Pemanfaatan Lahan Produktif di wilayah hukum Polres Bengkayang.
Kegiatan ini menarik perhatian luas karena berhasil mencatatkan sejarah baru dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pencatatan rekor tersebut diberikan untuk kategori memanen dan memipil jagung serentak dengan jumlah peserta terbanyak, yang melibatkan kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam aksi massal yang diikuti oleh total 1.750 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.500 petani lokal dan 250 personel Polri yang turun langsung ke lahan perkebunan untuk melakukan proses panen hingga pemipilan jagung secara bersamaan.
Keberhasilan meraih rekor MURI ini tidak hanya menjadi simbol prestasi administratif, tetapi juga mencerminkan kekompakan lintas sektor di Kabupaten Bengkayang dalam mengelola potensi pertanian daerah secara maksimal dan terorganisir.
Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Polres Bengkayang yang telah menggagas program pemanfaatan lahan produktif secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan petani dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pangan.
Menurut Bupati, kegiatan ini memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Hal ini juga menjadi bukti nyata dukungan daerah terhadap program ketahanan pangan nasional yang sedang digalakkan pemerintah pusat.
“Panen raya jagung serentak ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan kerja bersama, kita mampu mendorong sektor pertanian menjadi lebih produktif dan berdaya saing, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional,” ujar Sebastianus Darwis.
Pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Kampus Shanti Bhuana ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan lahan kosong menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomis. Dengan meningkatnya produksi jagung, diharapkan kesejahteraan petani di Bengkayang turut terkerek naik.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk terus mendukung program-program serupa yang menggabungkan antara pemanfaatan teknologi, kolaborasi instansi, dan pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan kemandirian pangan di masa depan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar