Mengapa Tidur Siang Tak Bisa Gantikan Tidur Malam? Simak Penjelasan dr. Tirta
- account_circle Keyvin
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- print Cetak

FOTO : Dr.Tirta PengPengPeng
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.com Dalam edukasi kesehatan yang diunggah pada 24 Oktober 2023, dr. Tirta memberikan penjelasan mendalam mengenai pola istirahat bagi orang dewasa. Beliau menyoroti fenomena tidur siang yang sering kali dianggap sebagai pengganti kekurangan jam tidur di malam hari.
Pentingnya Durasi Tidur Malam bagi Orang Dewasa
- Tirta menekankan bahwa tubuh orang dewasa membutuhkan durasi istirahat malam yang spesifik agar fungsi otak dan fisik tetap prima. Hal ini berkaitan dengan pencapaian fase istirahat terdalam yang sangat dibutuhkan tubuh.
“Jadi ketika dewasa tidurkan minimal 7 sampai 8 jam atau kita mendapatkan fase deep sleep itu selama 1 setengah sampai 2 jam,” ujar dr. Tirta dalam pernyataannya.
Beliau juga menegaskan bahwa durasi tidur siang yang lama sekalipun tidak akan bisa mengompensasi kualitas tidur malam. “Tidur siang mau 10 jam itu tidak akan pernah menggantikan tidur 7 jam saat malam,” tambahnya.
Memahami Fungsi Power Nap di Siang Hari
Berdasarkan tinjauan medis yang disampaikan, otak manusia mengalami titik kelelahan tertinggi pada rentang waktu tertentu di siang hari. dr. Tirta menyebutkan bahwa antara pukul 13.00 hingga 16.00 WIB adalah waktu di mana otak sangat memerlukan jeda.
Namun, istirahat di siang hari ini sebaiknya dilakukan dengan teknik power nap atau tidur singkat. Berikut adalah beberapa poin utama mengenai fungsi power nap:
- Pemulihan Otak: Memberikan kesempatan bagi otak untuk melakukan pemulihan (recovery) dalam waktu singkat.
- Aktivitas Tubuh: Saat siang hari tubuh cenderung aktif, sehingga yang paling membutuhkan istirahat adalah saraf otak.
- Durasi Ideal: dr. Tirta menyarankan durasi power nap yang cukup adalah sekitar 1 hingga 2 jam.
Perbedaan Aktivitas Tubuh Malam dan Siang
Alasan utama mengapa tidur malam tidak tergantikan adalah karena penurunan aktivitas biologis yang terjadi secara alami. Pada malam hari, aktivitas otak, penglihatan, dan organ tubuh lainnya menurun secara otomatis untuk beristirahat. Hal ini berbeda dengan kondisi siang hari di mana tubuh tetap dalam mode aktif meskipun otak merasa lelah.
Sebagai penutup, dr. Tirta mengingatkan masyarakat untuk tetap memprioritaskan tidur malam sebagai fondasi utama kesehatan, meskipun telah melakukan power nap di siang hari.
- Penulis: Keyvin
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: https://youtube.com/shorts/WZ5MGuCiPq8?si=tXdoVft0-ojPbCIZ

Saat ini belum ada komentar