Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjadi Tema Besar Perhelatan Gawai Dayak Kota Pontianak Tahun 2026
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- print Cetak

Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjadi Tema Besar Perhelatan Gawai Dayak Kota Pontianak Tahun 2026. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.Com — Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Gawai Adat Dayak atau Gawai Naik Dango ke-3 Kota Pontianak akan digelar pada 20 hingga 26 April 2026. Kegiatan budaya tahunan ini direncanakan berlangsung lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Gawai kali ini diproyeksikan menjadi ruang pelestarian adat serta budaya Dayak yang utama di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Pihak panitia telah menyiapkan berbagai rangkaian acara untuk menyambut para tamu dan masyarakat luas.
Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Cornelius Kimha, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini terus mengalami perkembangan positif. Pada penyelenggaraan tahun 2026, panitia menargetkan acara yang lebih meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Gawai Adat Dayak Kota Pontianak yang ketiga ini mengangkat tema Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman,” ujar Cornelius Kimha dalam penjelasannya kepada publik.
Tema tersebut dipilih karena mencerminkan semangat masyarakat Dayak dalam menjaga nilai-nilai warisan leluhur. Hal ini dinilai penting di tengah dinamika modernisasi yang terus bergerak cepat di wilayah perkotaan.
Cornelius menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan upacara adat yang sakral. Setelah itu, akan digelar arak-arakan budaya yang melibatkan berbagai etnis yang ada di Kota Pontianak.
Keterlibatan berbagai etnis ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan keberagaman yang ada di Kalimantan Barat. Puncak acara nantinya ditandai dengan pembukaan resmi yang kemudian diisi dengan berbagai pertunjukan seni.
“Beragam kegiatan seni dan budaya yang berkaitan dengan adat istiadat Dayak akan ditampilkan selama pelaksanaan Gawai, hingga penutupan pada 26 April 2026,” jelas Cornelius lebih lanjut.
Pertunjukan yang ditampilkan akan mencakup berbagai aspek tradisional, mulai dari tarian, musik, hingga pameran kerajinan tangan. Masyarakat dapat menikmati kekayaan budaya Dayak secara utuh selama sepekan penuh.
Cornelius juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk hadir berpartisipasi. Ia berharap masyarakat adat Dayak di Kota Pontianak dan sekitarnya bisa bersatu memeriahkan perhelatan Gawai Naik Dango ke-3 tersebut.
“Mari kita ramaikan bersama kegiatan ini sebagai upaya mengembangkan serta melestarikan seni dan budaya Dayak di Kota Pontianak,” pungkas Cornelius.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sektor pariwisata budaya di Kota Pontianak semakin terdongkrak. Selain itu, generasi muda diharapkan dapat lebih mengenal dan mencintai identitas budaya mereka sendiri di tengah arus globalisasi.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis

Saat ini belum ada komentar