Kisah Jason dan Meko: Bukti Keberhasilan Pusat Pemulihan Gizi Landak Tingkatkan Berat Badan Balita
- account_circle Hendri M
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- print Cetak

Kisah Jason dan Meko: Bukti Keberhasilan Pusat Pemulihan Gizi Landak Tingkatkan Berat Badan Balita. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.Com – Upaya penanganan stunting melalui Pusat Pemulihan Gizi (PPG) Kabupaten Landak mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan sejak mulai beroperasi, lembaga ini berhasil meningkatkan status gizi serta berat badan sejumlah balita yang sebelumnya masuk kategori gizi buruk dan gizi kurang.
Penanggung Jawab Gizi PPG Kabupaten Landak, Tri Hidayat, mengungkapkan bahwa sejak diresmikan oleh Bupati Landak, pihaknya telah menangani empat pasien balita secara intensif. Dua di antaranya menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan setelah menjalani perawatan rutin dan pemantauan ketat dari tim medis.
Salah satu contoh keberhasilan intervensi ini terlihat pada pasien bernama Jason. Saat pertama kali masuk ke PPG, berat badan Jason hanya berada di angka 7,6 kilogram. Namun, setelah mendapatkan perawatan intensif, berat badannya naik menjadi 8,8 kilogram dan kini stabil di kisaran 8,5 hingga 8,6 kilogram.
“Jason saat ini sudah masuk kategori status gizi baik berdasarkan berat badan menurut tinggi badan,” jelas Tri Hidayat saat diwawancarai pada Kamis (15/01/2026). Selain Jason, pasien lain bernama Meko juga mengalami tren peningkatan berat badan yang positif dari 10,9 kilogram menjadi 11,3 kilogram pada penimbangan terakhir.
Tri menegaskan bahwa PPG bekerja berdasarkan petunjuk teknis rujukan dari Puskesmas di seluruh Kabupaten Landak. Balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan selama tiga bulan berturut-turut dapat dirujuk ke PPG untuk mendapatkan penanganan khusus, selama kondisi kesehatannya stabil.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan bahwa keberadaan PPG bertujuan agar orang tua pasien mendapatkan pendampingan intensif dari petugas yang siaga hampir 24 jam. Di tempat ini, orang tua tidak hanya melihat anaknya dirawat, tetapi juga diajarkan cara mengelola nutrisi secara mandiri.
“Di PPG, orang tua didampingi secara langsung, mulai dari pengaturan jadwal makan utama, pemberian susu khusus gizi buruk, hingga edukasi pengolahan makanan yang dilakukan secara terstruktur,” jelas Karolin.
Lebih dari sekadar pemulihan fisik, PPG juga menekankan pada perubahan perilaku keluarga, seperti edukasi gizi seimbang, higiene sanitasi (kebersihan), hingga pola asuh anak melalui permainan. Harapannya, setelah kembali ke rumah, orang tua dapat mempertahankan standar kesehatan tersebut secara berkelanjutan.
Kehadiran PPG ini mendapat apresiasi langsung dari warga, salah satunya Deva Sustri asal Desa Sungai Keli. Ia mengaku sangat bersyukur atas perkembangan kesehatan putranya, Jaksen Ari, yang kini sudah memiliki berat badan lebih ideal dan jauh lebih sehat setelah dirawat di PPG.
“Diajarkan cara mencuci tangan yang benar, jadwal makan, cara membuat menu bergizi, serta pemberian susu yang teratur,” ujar Deva dengan penuh syukur. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Landak karena seluruh biaya program ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Dengan hasil positif yang mulai terlihat dalam waktu singkat, PPG Kabupaten Landak diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menekan angka stunting serta menciptakan generasi anak Landak yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar