Transformasi Beranda Negara, Pemkab Sambas dan Sarawak Kolaborasi Kembangkan Potensi Agribisnis
- account_circle Tim
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- print Cetak

Bupati Sambas Satono temui Menteri M-FICORD Sarawak di Kuching. Bahas kerja sama teknologi pertanian, perdagangan, dan percepatan KEK Temajuk. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.Com — Bupati Sambas, Satono, memimpin langsung delegasi Pemerintah Kabupaten Sambas dalam pertemuan strategis bersama Ministry of Food Industry, Commodity and Regional Development (M-FICORD) Sarawak di Kuching, Malaysia, Senin (10/2/2026). Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat posisi Sambas sebagai wilayah perbatasan yang kompetitif di kancah regional.
Kehadiran rombongan Bupati Satono disambut langsung oleh Menteri M-FICORD Sarawak, Stephen Rundi Utom. Diskusi kedua belah pihak berfokus pada penguatan investasi dan kolaborasi lintas negara, khususnya pada sektor-sektor unggulan yang dimiliki Kabupaten Sambas.
Menteri Stephen Rundi Utom memberikan apresiasi atas potensi besar yang dimiliki Sambas di sektor pertanian. Ia menilai kolaborasi lintas batas ini berpeluang besar meningkatkan rantai nilai pertanian melalui pertukaran teknologi dan keahlian yang telah dikembangkan di Sarawak.
Sementara itu, Bupati Satono menegaskan komitmen Pemkab Sambas dalam mendorong kerja sama di bidang perdagangan komoditas serta pembangunan kawasan lintas batas. Salah satu poin utama yang dipaparkan adalah rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Temajuk sebagai pintu gerbang baru pertumbuhan ekonomi.
“Kabupaten Sambas memiliki posisi strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia dengan potensi sumber daya alam, pertanian, dan sektor pariwisata yang besar. Melalui kerja sama ini, kami berharap terjadi pertukaran teknologi dan terbukanya investasi yang saling menguntungkan,” ujar Bupati Satono.
Dalam pertemuan tersebut, Satono memaparkan data kekuatan agraris Sambas. Luas tanam padi yang mencapai 68.422 hektare dengan produksi gabah melebihi 205 ribu ton menjadi nilai tawar tinggi dalam mendukung agribisnis regional. Selain padi, komoditas seperti jeruk, buah naga, lada, hingga sektor perikanan dan pariwisata turut dipromosikan sebagai daya tarik investasi.
Bupati Satono menambahkan, rencana KEK Temajuk dirancang untuk mempercepat hilirisasi komoditas lokal. Keberadaan kawasan ekonomi ini diharapkan mampu mengubah paradigma wilayah perbatasan dari kawasan pinggiran menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing global.
Langkah proaktif ini menegaskan visi Bupati Satono dalam mentransformasi wajah perbatasan Sambas sebagai beranda depan negara. Kolaborasi internasional yang terarah dengan Sarawak diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kedua sisi perbatasan.
Kunjungan kerja ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti poin-poin kerja sama secara teknis, guna menciptakan ekosistem ekonomi perbatasan yang lebih kuat, aman, dan berkelanjutan.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar