Wabup Syamsul Rizal: Pengurangan Transfer Daerah Bukan Hambatan, Tapi Panggilan untuk Berinovasi
- account_circle Kom/Tim
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- print Cetak

Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal buka Musrenbang Wilayah V. Tekankan inovasi & skala prioritas hadapi pengurangan dana transfer pusat. (Foto: Fb/FeronikaWid)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.Com — Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Wilayah V Tahun 2026. Kegiatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bengkayang Tahun 2027 ini dilaksanakan pada Selasa (10/02/2026).
Musrenbang Wilayah V ini mencakup tiga wilayah strategis, yakni Kecamatan Monterado, Kecamatan Samalantan, dan Kecamatan Lembah Bawang. Forum ini menjadi tahapan penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang bersifat partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan usulan dari desa dan kecamatan dengan arah kebijakan pembangunan di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.
“Kegiatan Musrenbang Kecamatan merupakan momen yang sangat penting, karena apa yang digambarkan nantinya akan dijadikan pedoman dan arah bagi setiap OPD dan pemerintah desa dalam menyusun rencana kerjanya,” ujar Syamsul Rizal di hadapan para peserta.
Namun, Wakil Bupati juga memberikan catatan penting mengenai kondisi keuangan daerah. Saat ini, Kabupaten Bengkayang tengah menghadapi dinamika fiskal akibat kebijakan nasional berupa pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada terbatasnya ruang belanja daerah.
Menyikapi hal tersebut, Syamsul Rizal meminta seluruh jajaran pemerintahan tidak patah semangat. Ia justru menantang para Camat dan Kepala Desa untuk lebih inovatif dan tajam dalam menentukan skala prioritas pembangunan agar anggaran yang terbatas dapat memberikan dampak maksimal.
“Pengurangan ini bukanlah hambatan untuk berhenti membangun, melainkan sebuah panggilan untuk melakukan inovasi,” tegas Wakil Bupati dengan optimis.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa tidak seluruh usulan dapat diakomodir dalam APBD. Oleh sebab itu, setiap usulan yang masuk harus benar-benar bersifat prioritas, berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas, serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Sebagai solusi alternatif, Wakil Bupati mendorong penguatan kolaborasi non-APBD. Salah satunya adalah melalui optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk membantu pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka Musrenbang Wilayah V seraya berharap forum ini mampu menghasilkan rumusan pembangunan yang berkualitas. Tujuannya tetap konsisten, yakni mewujudkan Kabupaten Bengkayang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan di tahun 2027 mendatang.
- Penulis: Kom/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar