Bawa ‘Juah’ ke Riyadh, Wakil Ketua PA Bengkayang Perkenalkan Budaya Lokal di Arab Saudi
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- print Cetak

Wakil Ketua PA Bengkayang Erfani berikan tas 'Juah' khas Bengkayang ke Syaikh Prof. Fadh bin Shalih Al Luhaidan saat diklat hakim di Riyadh. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.Com — Ada momen menarik di tengah rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Ekonomi Syariah bagi Hakim Peradilan Agama Indonesia yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 2–14 Februari 2026 kemarin. Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Bengkayang, Erfani, yang menjadi salah satu peserta, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan budaya daerah di panggung internasional.
Dalam acara yang diikuti oleh 32 hakim pilihan dari seluruh Indonesia itu, Erfani menyerahkan kenang-kenangan spesial berupa ‘Juah’ kepada pihak penyelenggara. Juah adalah tas anyaman tradisional dari rotan pilihan yang menjadi kerajinan tangan khas Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Cinderamata unik ini diberikan kepada Syaikh Prof. Fadh bin Shalih Al Luhaidan, yang mewakili Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud—tempat para hakim menuntut ilmu selama di Arab Saudi. Penyerahan tersebut tidak hanya menjadi tanda terima kasih, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antara penegak hukum Indonesia dengan institusi pendidikan di Timur Tengah.
Erfani menjelaskan bahwa Juah bukan sekadar tas biasa. Kerajinan ini merupakan simbol keterampilan masyarakat Bengkayang yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai seni yang tinggi.
“Pemberian Juah ini adalah bentuk penghormatan sekaligus upaya kami memperkenalkan kekayaan budaya lokal Indonesia di forum internasional,” ungkap Erfani, pria kelahiran Mempawah tersebut.
Melalui kegiatan pengembangan kemampuan hakim ini, Erfani berharap tidak hanya ilmu hukum saja yang didapat, tetapi juga terjalin ikatan persahabatan antarnegara yang lebih erat.
“Melalui kegiatan peningkatan kemampuan aparatur peradilan ini, tidak hanya terbangun penguatan keahlian di bidang hukum agama, tetapi juga terjalin pertukaran nilai budaya yang mempererat persahabatan antarbangsa,” harap Erfani.
Aksi diplomasi budaya yang dilakukan Erfani ini mendapat apresiasi positif, menunjukkan bahwa aparat peradilan juga bisa menjadi duta kebudayaan yang membawa nama baik daerah dan bangsa di luar negeri.
Dengan peresmian kerjasama ini, diharapkan kompetensi para hakim di bidang ekonomi syariah semakin tajam, seiring dengan semakin dikenalnya identitas budaya Kalimantan Barat di mata dunia.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar