Wagub Kalbar Geram Pelabuhan Kijing Belum Eksis Ekspor-Impor: “Jangan Sia-siakan Uang Negara!”
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
- print Cetak

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan desak Pelindo operasikan Pelabuhan Kijing. Potensi PAD Rp2 triliun & ekonomi rakyat jadi taruhan. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyatakan kekecewaannya lantaran Pelabuhan Kijing hingga kini belum juga berfungsi secara maksimal sebagai gerbang ekspor dan impor. Padahal, pembangunan pelabuhan raksasa tersebut telah menyedot anggaran negara hingga triliunan rupiah.
Krisantus menegaskan bahwa penundaan operasional ini tidak masuk akal mengingat seluruh tahapan mulai dari analisis hingga kajian teknis sudah selesai dilakukan. Ia pun menuntut agar pengoperasian pelabuhan segera dilakukan tanpa ada alasan untuk mundur lagi.
“Harus segera dijalankan. Itu dibangun pakai uang negara melalui kajian mendalam. Tidak boleh ditunda-tunda lagi,” tegas Krisantus saat memberikan keterangan kepada media baru-baru ini.
Menurutnya, pemanfaatan Pelabuhan Kijing secara optimal akan memberikan dampak instan pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika pelabuhan ini berjalan sesuai rencana, diperkirakan ada pemasukan segar yang cukup besar bagi kas daerah.
“Targetnya paling tidak Rp1 triliun sampai Rp2 triliun bisa masuk ke APBD Kalbar,” tambahnya dengan optimis.
Selain suntikan dana bagi daerah, operasional pelabuhan ini diyakini akan menghidupkan sektor ekonomi kecil dan menengah (UMKM) serta menyerap tenaga kerja lokal. Krisantus mencontohkan, kebutuhan logistik bagi setiap kapal yang bersandar akan menciptakan peluang usaha turunan yang sangat luas.
“Satu kapal saja bisa butuh 300 ton air bersih. Itu sudah jadi peluang usaha baru. Belum lagi kebutuhan pasokan pangan dan logistik lainnya bagi kru kapal,” jelasnya.
Menanggapi kabar mengenai kesiapan pengelola dan pelaku usaha, Krisantus secara terbuka mengarahkan perhatiannya kepada Pelindo sebagai pihak pengelola. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan fasilitas mewah tersebut tidak menjadi proyek yang sia-sia.
“Pelindo harus bertanggung jawab. Uang negara triliunan rupiah sudah masuk untuk membangun Pelabuhan Kijing. Jangan dibiarkan begitu saja, jangan disia-siakan,” katanya dengan nada tegas.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mengajak perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah ini, terutama sektor sawit dan bauksit, untuk mulai menggunakan Pelabuhan Kijing sebagai pusat pengiriman barang ke luar negeri.
Langkah ini dianggap sebagai kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat agar lebih merata. Krisantus memastikan pemerintah daerah akan terus mengawal dan mendorong percepatan operasional pelabuhan ini demi kesejahteraan masyarakat luas.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar