Buka Musrenbang RKPD 2027 di Sungai Betung, Wabup Bengkayang Ajak Desa Fokus Skala Prioritas
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- print Cetak

Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal buka Musrenbang Wilayah I. Tekankan inovasi & skala prioritas hadapi tantangan pengurangan dana pusat. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SebaloPos.Com — Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tahun 2026 untuk Wilayah I. Kegiatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 ini dipusatkan di Aula Kantor Camat Sungai Betung pada Jumat (13/2/2026).
Musrenbang Wilayah I ini mencakup aspirasi dari empat kecamatan strategis, yaitu Kecamatan Sungai Betung, Kecamatan Bengkayang, Kecamatan Teriak, dan Kecamatan Suti Semarang. Forum ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan dari tingkat bawah (bottom-up) dengan kebijakan pusat (top-down).
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, para kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat dari keempat kecamatan terkait.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan visi dan misi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2030. Oleh karena itu, rumusan prioritas harus benar-benar mendukung target Bengkayang yang maju dan mandiri.
“Tahun 2027 merupakan momentum penting untuk merumuskan prioritas pembangunan menuju Bengkayang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Syamsul Rizal di hadapan para delegasi.
Senada dengan pelaksanaan Musrenbang di wilayah sebelumnya, Wakil Bupati kembali menyoroti tantangan fiskal daerah. Adanya kebijakan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap ruang belanja daerah, terutama untuk pembiayaan infrastruktur dan pelayanan publik.
Namun, Syamsul Rizal menegaskan bahwa kondisi ini bukan menjadi alasan untuk berhenti membangun. Ia menyerukan agar keterbatasan anggaran dijawab dengan inovasi dan efisiensi perencanaan di tingkat desa maupun kecamatan.
“Situasi ini bukan hambatan, melainkan panggilan untuk melakukan inovasi. Saya mengajak seluruh peserta untuk lebih cermat menentukan skala prioritas dan mengusulkan program yang benar-benar mendesak serta berdampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain mengandalkan APBD, Wakil Bupati juga mengimbau sektor dunia usaha untuk aktif berkontribusi. Pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh anggaran daerah.
Melalui forum ini, diharapkan seluruh aspirasi dari masyarakat Sungai Betung hingga Suti Semarang dapat terakomodasi secara optimal. Penajaman skala prioritas menjadi kunci agar pembangunan di tahun 2027 tetap berkualitas meski di tengah keterbatasan fiskal.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar